Injil Katolik Misa Minggu 4 Januari 2026: Terang Kristus Menyapa Segala Bangsa

renunganhariankatolik.web.id – Misa Minggu 4 Januari 2026 menghadirkan Hari Raya Penampakan Tuhan atau Epifani. Pada hari ini, Gereja merayakan peristiwa ketika Yesus menampakkan diri kepada bangsa-bangsa melalui kehadiran orang-orang Majus. Oleh karena itu, perayaan ini menegaskan bahwa keselamatan Kristus melampaui batas bangsa dan budaya.
Selain itu, Epifani mengingatkan umat bahwa terang Kristus selalu bersinar bagi dunia. Gereja mengajak umat tidak hanya mengenal Yesus, tetapi juga mewartakan-Nya melalui sikap hidup sehari-hari. Dengan demikian, iman tidak berhenti pada perayaan liturgi semata.
Bacaan Pertama: Bangkit dan Menjadi Terang
Bacaan pertama diambil dari Kitab Yesaya 60:1–6. Nabi Yesaya mengajak Yerusalem untuk bangkit dan bersinar karena kemuliaan Tuhan hadir atasnya. Pesan ini menegaskan bahwa terang Tuhan menarik bangsa-bangsa datang mendekat.
Selanjutnya, nubuat ini menemukan pemenuhannya dalam diri Yesus Kristus. Melalui kelahiran-Nya, terang Allah tidak lagi terbatas pada satu bangsa. Sebaliknya, semua bangsa menerima panggilan untuk berjalan menuju terang keselamatan.
Oleh sebab itu, bacaan ini mendorong umat untuk menjadi saksi terang di tengah dunia yang sering diliputi kegelapan.
Mazmur Tanggapan: Raja Membawa Keadilan dan Damai
Mazmur Tanggapan pada Minggu ini diambil dari Mazmur 72. Pemazmur memuji raja yang memerintah dengan keadilan dan membawa damai bagi rakyatnya. Selain itu, mazmur ini menggambarkan raja yang membela orang kecil dan menyelamatkan yang lemah.
Lebih lanjut, Gereja melihat gambaran ini sebagai nubuat tentang Kristus. Yesus hadir sebagai Raja yang melayani, bukan menguasai. Ia membawa keadilan melalui kasih dan pengorbanan.
Dengan menyanyikan mazmur ini, umat menegaskan harapan akan kepemimpinan ilahi yang menghadirkan damai sejati.
Bacaan Kedua: Keselamatan Terbuka bagi Semua
Bacaan kedua berasal dari Surat kepada Jemaat di Efesus 3:2–6. Rasul Paulus menegaskan bahwa bangsa-bangsa lain turut menerima bagian dalam janji keselamatan. Melalui Kristus, tembok pemisah antara manusia runtuh.
Selanjutnya, pesan ini meneguhkan misi Gereja sebagai komunitas yang inklusif. Gereja tidak memilih berdasarkan latar belakang, melainkan mengundang semua orang untuk mengenal Kristus.
Dengan demikian, bacaan ini menegaskan bahwa iman Katolik bersifat universal dan terbuka.
Injil: Orang Majus Menemukan Sang Terang
Injil Misa Minggu ini diambil dari Matius 2:1–12. Kisah orang-orang Majus menggambarkan pencarian iman yang tulus. Mereka mengikuti bintang, menempuh perjalanan panjang, dan akhirnya menemukan Yesus.
Selain itu, Injil menunjukkan kontras antara keterbukaan orang Majus dan ketakutan Raja Herodes. Orang Majus bersukacita ketika menemukan Sang Raja, sedangkan Herodes merasa terancam.
Melalui kisah ini, Injil mengajak umat memilih sikap hati yang terbuka terhadap kehadiran Tuhan.
Relevansi Injil bagi Kehidupan Umat
Pertama, Injil Epifani mengajak umat berani mencari Tuhan dengan sungguh-sungguh. Kedua, Injil mendorong umat mengikuti terang Kristus meskipun jalan terasa sulit. Ketiga, Injil mengingatkan umat untuk mempersembahkan hidup sebagai hadiah terbaik bagi Tuhan.
Oleh karena itu, iman Katolik tidak berhenti pada pengakuan lisan. Iman menuntut tindakan nyata dalam kasih, keadilan, dan pelayanan.
Penutup: Menjadi Terang Bersama Kristus
Sebagai penutup, Injil Katolik Misa Minggu 4 Januari 2026 menegaskan bahwa Kristus hadir sebagai terang bagi seluruh dunia. Melalui bacaan Kitab Suci dan Mazmur Tanggapan, Gereja mengajak umat membuka hati dan berjalan dalam terang-Nya.
Dengan demikian, setiap orang beriman dipanggil menjadi saksi Kristus di tengah masyarakat. Ketika umat hidup dalam terang, dunia akan melihat kasih Tuhan yang nyata.




