Teks Ibadah Sabda Minggu 4 Januari 2026 Lengkap Renungan Katolik Epifani

renunganhariankatolik.web.id – Gereja Katolik merayakan Hari Raya Penampakan Tuhan pada Minggu, 4 Januari 2026. Perayaan ini sering dikenal sebagai Epifani. Melalui Epifani, Gereja menegaskan bahwa Yesus Kristus menyatakan diri-Nya kepada seluruh bangsa. Karena itu, iman Kristen tidak berhenti pada satu kelompok saja, melainkan menjangkau semua orang.
Selain itu, Epifani mengajak umat melihat terang Allah yang hadir di tengah dunia. Terang itu tidak pernah padam. Terang itu terus memanggil manusia untuk berjalan dalam kebenaran. Oleh sebab itu, perayaan ini memiliki makna yang sangat mendalam bagi kehidupan iman sehari-hari.
Bacaan Suci Menghadirkan Terang Allah
Bacaan Kitab Suci pada Minggu ini menegaskan tema terang dan pewahyuan Allah kepada seluruh umat manusia. Melalui nubuat Nabi Yesaya, Allah mengajak umat untuk bangkit dan bersinar di tengah dunia. Seruan ini menghadirkan dorongan yang kuat dan aktif. Allah sendiri menyingkapkan terang-Nya, lalu bangsa-bangsa datang menyambut cahaya yang memancar dari hadirat-Nya.
Dalam bacaan Injil, kisah orang-orang Majus menampilkan pencarian iman yang penuh keberanian. Mereka tidak memilih untuk diam. Sebaliknya, mereka melangkah dan bergerak mengikuti tanda bintang yang Allah berikan. Perjalanan panjang tidak menghalangi tekad mereka. Dengan iman yang hidup, para Majus berani meninggalkan kenyamanan demi menemukan Sang Raja yang sejati.
Melalui kisah tersebut, bacaan-bacaan hari ini mengajak umat untuk tidak tinggal pasif. Iman selalu mendorong tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, iman yang sejati menuntun langkah yang berani dan penuh harapan.
Renungan: Iman yang Mencari dan Menyaksikan
Renungan Hari Raya Penampakan Tuhan mengarahkan umat untuk meneladani sikap para Majus. Mereka mencari Tuhan dengan ketekunan dan kesetiaan. Tantangan yang muncul tidak memadamkan semangat mereka. Bahkan, setiap kesulitan justru menguatkan arah perjalanan iman mereka.
Lebih jauh lagi, para Majus mempersembahkan yang terbaik kepada Sang Raja. Mereka membawa emas, kemenyan, dan mur sebagai tanda penghormatan dan penyerahan diri sepenuhnya. Melalui tindakan tersebut, iman tampil nyata dalam perbuatan konkret. Iman tidak berhenti pada kata-kata, melainkan mengalir dalam sikap hidup yang tulus.
Selain itu, Injil memperlihatkan bahwa Allah berbicara melalui berbagai cara. Tanda-tanda alam, suara hati, dan peristiwa hidup menjadi sarana pewahyuan-Nya. Karena itu, umat perlu mengasah kepekaan rohani. Dengan sikap terbuka, umat mampu menangkap kehendak Tuhan dalam setiap langkah kehidupan sehari-hari.
Panggilan Menjadi Terang bagi Sesama
Hari Raya Penampakan Tuhan juga mengingatkan umat akan panggilan perutusan. Setelah mengalami perjumpaan dengan Kristus, umat tidak boleh menyimpan iman itu sendiri. Sebaliknya, umat perlu membagikan terang kepada sesama.
Terang iman dapat hadir melalui sikap jujur, kepedulian, dan kasih. Terang iman juga terlihat melalui keberanian membela kebenaran. Dengan cara ini, kehidupan sehari-hari menjadi kesaksian yang hidup tentang kasih Allah.
Oleh karena itu, perayaan ini mengajak umat untuk bertanya pada diri sendiri. Sudahkah hidup mencerminkan terang Kristus. Sudahkah tindakan sehari-hari membawa harapan bagi orang lain.
Penutup: Epifani dalam Kehidupan Sehari-hari
Teks Ibadah Sabda Minggu 4 Januari 2026 mengajak umat merayakan Epifani secara nyata. Perayaan ini tidak berhenti di altar gereja. Perayaan ini perlu berlanjut dalam keluarga, pekerjaan, dan masyarakat.
Dengan iman yang aktif, umat mampu menghadirkan Kristus dalam setiap situasi. Dengan kasih yang nyata, umat mampu menjadi tanda kehadiran Allah. Maka, Hari Raya Penampakan Tuhan menjadi momentum pembaruan iman yang sejati.
Akhirnya, semoga Sabda Tuhan pada Minggu ini meneguhkan hati, menerangi langkah, serta menguatkan panggilan hidup sebagai murid Kristus yang setia.




