Vatikan Tolak Undangan Trump untuk Bergabung Dewan Perdamaian: Ini Alasan Utamanya

renunganhariankatolik.web.id – Donald Trump mengundang Holy See untuk bergabung dalam struktur baru bernama Dewan Perdamaian (Board of Peace) yang ia dirikan untuk menangani konflik global dan khususnya rekonstruksi Gaza setelah perang. Namun Vatikan menolak undangan itu. Vatikan menyatakan sikapnya secara tegas dan berdasar alasan yang bersifat prinsipil serta diplomatik.
Penolakan ini jadi berita utama karena Vatikan selama ini aktif dalam isu perdamaian dan sering memimpin dialog lintas negara serta komunitas internasional. Keputusan ini menunjukkan pilihan Vatikan dalam menempatkan dukungan pada mekanisme global yang sudah ada dibanding struktur baru yang bersifat selektif.
Apa Itu Dewan Perdamaian Trump?
Dewan Perdamaian adalah organisasi internasional yang diluncurkan oleh Donald Trump pada awal 2026. Forum ini berupaya menyatukan negara-negara untuk berkolaborasi dalam rekonstruksi wilayah pascakonflik seperti Gaza dan upaya stabilisasi lain di dunia. Beberapa negara besar menerima undangan ini, sementara beberapa lainnya memilih menolak.
Organisasi ini berbeda dari institusi internasional konvensional karena anggotanya mengatur sumber daya sendiri, menetapkan mandat, serta beroperasi secara independen dari PBB. Trump mempromosikan dewan ini sebagai sarana baru untuk menyelesaikan krisis global dengan pendekatan yang cepat dan terkoordinasi.
Forum ini mengundang puluhan negara serta beberapa aktor regional untuk berkontribusi dalam dana serta strategi perdamaian di wilayah konflik, termasuk Gaza. Forum ini pun langsung menggelar pertemuan pertamanya di Washington, Amerika Serikat.
Sikap Resmi Vatikan
Vatikan menyatakan penolakan terhadap undangan bergabung dalam Dewan Perdamaian karena forum ini punya sifat yang berbeda dari mekanisme internasional yang sudah mapan. Pihak Vatikan menilai forum ini berpotensi menciptakan struktur di luar kerangka kerja PBB yang sudah diakui dunia sebagai lembaga penanganan krisis internasional utama.
Kardinal sekretaris negara Vatikan, Pietro Parolin, menjelaskan bahwa Vatikan mempertanyakan beberapa poin fundamental terkait mandat Dewan Perdamaian serta bagaimana forum ini beroperasi dibanding peran PBB dalam krisis global. Mereka menganggap PBB harus tetap menjadi pusat koordinasi diplomasi dan penyelesaian konflik.
Vatikan juga menyatakan keraguannya karena forum tersebut mungkin memberikan persepsi bahwa struktur baru bisa mengambil alih fungsi PBB, sehingga merusak sistem kerja sama internasional yang sudah berakar kuat.
Alasan-Prinsip Penolakan
1. Menjaga Peran PBB
Vatikan menegaskan bahwa penanganan krisis global harus berada di bawah mekanisme Perserikatan Bangsa-Bangsa. PBB punya mandat dan legitimasi internasional yang kuat serta aturan hukum yang jelas. Oleh karena itu, Vatikan lebih memilih PBB sebagai forum utama untuk diplomasi dan perdamaian.
Vatikan merasa forum baru seperti Dewan Perdamaian dapat memunculkan tumpang tindih kewenangan dengan PBB. Mereka tidak ingin terlibat dalam struktur yang bisa menimbulkan fragmentasi dalam diplomasi internasional.
2. Kekhawatiran Legitimasi dan Mandat
Vatikan menilai beberapa aspek Dewan Perdamaian masih memicu pertanyaan tentang mandatnya. Forum ini menggabungkan berbagai negara yang punya pandangan dan prioritas geopolitik berbeda, tanpa struktur hukum internasional yang jelas seperti yang dimiliki PBB. Vatikan menganggap hal ini berpotensi melemahkan prinsip diplomasi global yang setara dan terstruktur.
Pendekatan yang terlalu dipusatkan pada beberapa negara besar dinilai bisa mengaburkan tujuan sebenarnya yaitu menyelesaikan konflik secara adil dan menyeluruh. Vatikan menekankan solusi harus memastikan suara semua pihak yang terlibat dalam konflik mendapat ruang dalam proses perdamaian.
Dampak Keputusan Vatikan
Keputusan Vatikan untuk menolak undangan bergabung dengan Dewan Perdamaian ini memberi pesan kuat dalam dinamika diplomasi global. Pilihan ini menunjukkan sikap independen Vatikan dalam memilih forum yang menurutnya paling kredibel dalam penyelesaian konflik dan penanganan krisis.
Selain itu, keputusan ini mengundang reaksi dari Amerika Serikat. Gedung Putih menyatakan keputusan Vatikan mengecewakan dan menegaskan bahwa forum itu bertujuan untuk perdamaian tanpa muatan politik. Namun Vatikan tetap mempertahankan pilihannya berdasarkan pertimbangan prinsip dan diplomasi global.
Reaksi Internasional
Beberapa negara lain juga menolak undangan bergabung dengan Dewan Perdamaian. Negara-negara seperti Prancis, Inggris, serta beberapa anggota Uni Eropa menyuarakan kekhawatiran mereka yang mirip dengan Vatikan mengenai peran PBB dan mandat diplomasi internasional.
Penolakan tersebut mencerminkan adanya kekhawatiran global terhadap struktur baru yang bisa menciptakan tatanan diplomasi parallel di luar aturan yang ada. Banyak pihak menilai penting menjaga sistem kerja sama internasional yang sudah terbentuk sejak lama lewat PBB.
Vatikan menolak undangan Donald Trump untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian karena pilihan itu berakar pada prinsip bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa adalah forum utama untuk mengelola krisis internasional. Vatikan juga menganggap forum baru tersebut belum punya struktur mandat yang sekuat PBB sehingga menimbulkan kekhawatiran legitimasi.
Dengan demikian, Vatikan memilih mempertahankan sikap diplomatik dan mengutamakan mekanisme global yang telah memperoleh pengakuan serta memiliki landasan hukum kuat, meskipun forum baru seperti Dewan Perdamaian menawarkan pendekatan berbeda terhadap isu konflik internasional.




