Paus Leo XIV Berdoa di Notre-Dame, Kenang Kebakaran Besar 2019

renunganhariankatolik.web.id – Paus Leo XIV mengunjungi Katedral Notre-Dame de Paris pada Jumat, 25 September 2026. Ia datang dalam rangkaian kunjungan apostolik ke Prancis.
Kunjungan tersebut memiliki makna khusus karena menjadi kunjungan pertama seorang paus ke Notre-Dame setelah kebakaran besar pada 15 April 2019.
Saat itu, api melalap bagian penting katedral dan membuat dunia menyaksikan kehancuran bangunan bersejarah tersebut. Kini, Notre-Dame kembali menyambut umat setelah proses restorasi panjang.
Paus Leo memimpin Ibadat Sore atau Vesper bersama para uskup, imam, diakon, seminaris, serta pria dan wanita yang menjalani hidup bakti.
Ia juga berdoa di dalam katedral dan menghormati relikui Mahkota Duri sebelum memimpin perayaan Vesper.
Paus Leo Kembali Masuk ke Notre-Dame
Paus Leo menyampaikan kegembiraannya ketika memasuki Notre-Dame. Ia melihat katedral tersebut bukan sekadar bangunan bersejarah.
Menurut Paus Leo, Notre-Dame memiliki tempat khusus dalam kehidupan masyarakat Paris dan Gereja Prancis. Katedral itu telah mengundang banyak orang untuk mengarahkan pandangan kepada Tuhan selama berabad-abad.
Karena itu, kunjungan tersebut membawa pesan lebih luas daripada sekadar agenda keagamaan.
Paus Leo melihat proses pemulihan Notre-Dame sebagai gambaran tentang kemampuan manusia untuk bangkit setelah menghadapi tragedi.
Ia juga menghubungkan perjalanan katedral dengan perjalanan Gereja.
Paus Leo Kenang Kebakaran 2019
Dalam homilinya, Paus Leo mengenang malam ketika kebakaran menghanguskan Notre-Dame.
Ia mengatakan dunia menyaksikan kobaran api dengan perasaan cemas. Banyak orang merasa tidak berdaya ketika api menghancurkan bagian penting katedral.
Namun, tragedi itu juga memperlihatkan kepedulian banyak pihak. Masyarakat, pemerintah, pekerja, ahli restorasi, dan berbagai kelompok ikut membantu pemulihan Notre-Dame.
Menurut Paus Leo, usaha bersama tersebut menunjukkan bahwa Notre-Dame memiliki arti lebih besar daripada sebuah monumen.
Katedral itu menjadi bagian dari sejarah dan kehidupan masyarakat Prancis.
Karena itu, proses pemulihan Notre-Dame membawa pesan tentang harapan dan persatuan.
Notre-Dame Kembali Menyambut Umat
Notre-Dame kembali membuka pintunya untuk umat pada Desember 2024 setelah menjalani proses restorasi panjang.
Pekerja melakukan pemulihan dengan perhatian besar terhadap struktur, karya seni, dan berbagai unsur bersejarah di dalam katedral.
Kini, umat kembali memenuhi ruang doa dan mengikuti berbagai perayaan liturgi.
Kunjungan Paus Leo menambah makna bagi fase baru tersebut. Ia datang ketika Notre-Dame sudah kembali menjalankan perannya sebagai tempat ibadah.
Cahaya yang masuk melalui jendela kaca patri juga menciptakan suasana berbeda saat Paus Leo memimpin Vesper.
Di dalam katedral, para uskup, imam, diakon, seminaris, serta kaum religius bergabung dalam doa.
Paus Leo Ajak Gereja Jalankan Pertobatan Misioner
Selain mengenang kebakaran, Paus Leo membawa pesan khusus kepada para pemimpin Gereja Prancis.
Ia mengajak para uskup, imam, diakon, dan kaum religius menjalankan pertobatan misioner.
Menurut Paus Leo, Gereja perlu terus keluar untuk menjangkau masyarakat. Para pelayan Gereja juga perlu membangun hubungan dekat dengan Tuhan melalui doa.
Ia menekankan pentingnya kehidupan batin bagi setiap orang yang menjalankan panggilan pelayanan.
Karena itu, Paus Leo meminta para klerus dan kaum religius menjaga hubungan pribadi dengan Tuhan.
Ia juga mengajak mereka mencintai liturgi secara autentik.
Doa Menjadi Dasar Pelayanan Gereja
Paus Leo menempatkan doa sebagai bagian penting dalam kehidupan para pelayan Gereja.
Ia meminta para imam dan kaum religius tidak mengabaikan waktu untuk berdoa secara pribadi.
Menurutnya, hubungan yang dekat dengan Tuhan membantu seseorang menjalankan pelayanan dengan lebih tulus.
Pesan tersebut menjadi semakin penting ketika Gereja menghadapi perubahan besar dalam masyarakat.
Masyarakat modern menghadirkan tantangan baru. Karena itu, Gereja membutuhkan pelayan yang mampu memahami keadaan tanpa kehilangan dasar iman.
Paus Leo juga mendorong Gereja membangun hubungan yang lebih dekat dengan umat.
Notre-Dame Menjadi Simbol Harapan
Kebakaran 2019 meninggalkan luka mendalam bagi banyak orang. Namun, proses pemulihan Notre-Dame menunjukkan perjalanan dari kehancuran menuju kebangkitan.
Paus Leo melihat pengalaman tersebut sebagai pesan yang dapat menginspirasi Gereja.
Sebuah bangunan dapat mengalami kerusakan besar. Namun, manusia dapat bekerja bersama untuk memulihkannya.
Demikian pula, Gereja dapat menghadapi berbagai tantangan. Gereja perlu terus memperbarui cara menjalankan misi tanpa meninggalkan inti iman.
Karena itu, Notre-Dame menjadi tempat yang tepat bagi Paus Leo untuk menyampaikan pesan tersebut.
Ribuan Orang Sambut Paus Leo
Kunjungan Paus Leo ke Notre-Dame juga menarik perhatian masyarakat Paris.
Ribuan orang berkumpul di sekitar katedral untuk melihat kedatangan Paus. Mereka mengikuti perjalanan Paus Leo melalui pusat kota sebelum ia memasuki Notre-Dame.
Kehadiran masyarakat menunjukkan besarnya perhatian terhadap kunjungan tersebut.
Paus Leo kemudian keluar dari katedral dan berdoa bersama umat yang menunggu di luar.
Momen tersebut mempertemukan Paus dengan umat dalam suasana yang penuh antusiasme.
Perjalanan Paus Leo Berlanjut di Prancis
Kunjungan ke Notre-Dame hanya menjadi salah satu agenda perjalanan Paus Leo di Prancis.
Paus Leo menjalani kunjungan apostolik pada 25 hingga 28 September 2026. Selain Paris, ia juga mengunjungi Lourdes dan Metz.
Di Lourdes, Paus Leo bertemu dengan umat dan membahas persoalan penting bagi Gereja, termasuk perlindungan korban pelecehan.
Sementara itu, Metz menjadi bagian lain dari perjalanan tersebut.
Dengan rangkaian agenda itu, Paus Leo membawa pesan tentang iman, harapan, pelayanan, dan kepedulian terhadap manusia.
Pesan dari Notre-Dame untuk Gereja Prancis
Kunjungan Paus Leo ke Notre-Dame membawa makna kuat bagi Gereja Prancis.
Lebih dari tujuh tahun setelah kebakaran 2019, katedral tersebut kembali menjadi tempat doa dan perayaan iman.
Paus Leo menggunakan momentum itu untuk mengajak Gereja melihat masa depan dengan harapan.
Ia juga meminta para pelayan Gereja memperkuat kehidupan doa dan menjalankan misi dengan semangat baru.
Dengan demikian, Notre-Dame tidak hanya menjadi simbol sejarah Paris. Katedral itu juga menjadi gambaran tentang harapan, pemulihan, dan kehidupan iman yang terus berjalan.




