Paus Leo XIV Kunjungi Paris Jelang Pilpres Prancis 2027, Kandidat Presiden Hadiri Misa

renunganhariankatolik.web.id – Kunjungan Paus Leo XIV ke Paris menarik perhatian besar masyarakat Prancis menjelang pemilihan presiden 2027. Pemimpin Gereja Katolik itu memimpin Misa terbuka di pusat Paris pada Sabtu, 26 September 2026.
Agenda tersebut berlangsung sekitar tujuh bulan sebelum warga Prancis memilih presiden baru. Pemilihan itu akan menentukan penerus Emmanuel Macron setelah masa jabatannya berakhir.
Kunjungan Paus Leo XIV membawa nuansa keagamaan yang kuat. Namun, momentum politik Prancis membuat kehadiran sejumlah tokoh nasional ikut menarik perhatian publik.
Marine Le Pen, Gabriel Attal, Edouard Philippe, Bruno Retailleau, Jordan Bardella, serta sejumlah figur politik lain menghadiri rangkaian Misa di Paris. Kehadiran mereka mempertemukan momentum keagamaan dengan suasana menjelang Pilpres Prancis 2027.
Ratusan Ribu Orang Padati Paris
Paus Leo XIV memimpin Misa terbuka di Place de la Concorde dengan kawasan acara yang membentang sepanjang Champs-Élysées. Panitia sebelumnya mencatat sekitar 600 ribu pendaftar.
Jumlah massa kemudian melampaui perkiraan. Sekitar 800 ribu orang memenuhi kawasan pusat Paris dan mengikuti Misa tersebut. Ribuan imam, diakon, uskup, petugas keamanan, serta sukarelawan ikut mendukung penyelenggaraan acara besar itu.
Umat membawa bendera Vatikan serta bendera Prancis ketika menyambut Paus Leo XIV. Banyak keluarga juga membawa anak-anak untuk melihat Paus dari dekat.
Paus Leo XIV menyapa masyarakat dari kendaraan kepausan sebelum memimpin Misa. Ia juga memberkati anak-anak yang berada dekat jalur perjalanannya.
Kehadiran massa dalam jumlah besar menunjukkan tingginya perhatian publik terhadap kunjungan tersebut. Prancis memang memiliki tradisi sekularisme yang kuat, tetapi kunjungan Paus tetap menarik masyarakat dari berbagai latar belakang.
Kandidat Presiden Ikut Hadiri Misa
Situasi politik Prancis membuat Misa Paus Leo XIV memiliki dimensi yang berbeda. Negara tersebut akan menggelar pemilihan presiden pada 2027.
Sejumlah figur yang memiliki peran dalam persaingan politik nasional hadir bersama masyarakat.
Marine Le Pen menghadiri Misa bersama Jordan Bardella. Gabriel Attal juga ikut hadir. Mantan Perdana Menteri Edouard Philippe serta Bruno Retailleau turut mengikuti agenda tersebut. Eric Zemmour dan Sarah Knafo juga hadir dalam rangkaian acara.
Kehadiran para politikus itu muncul ketika partai dan kelompok politik Prancis mulai mempersiapkan diri menuju pemilu.
Namun, Misa tetap berpusat pada agenda keagamaan. Paus Leo XIV menyampaikan pesan tentang iman, kemanusiaan, perdamaian, dan pencarian makna hidup.
Emmanuel Macron Tidak Mengikuti Misa
Presiden Emmanuel Macron memilih tidak menghadiri Misa di Paris. Istrinya, Brigitte Macron, mewakili kehadiran keluarga presiden dalam acara tersebut.
Perdana Menteri Sébastien Lecornu juga hadir bersama sejumlah pejabat dan tokoh nasional.
Macron sebelumnya bertemu Paus Leo XIV dalam rangkaian kunjungan resmi sang Paus ke Prancis. Akan tetapi, ia memilih tidak mengikuti Misa.
Keputusan tersebut muncul di tengah perhatian publik terhadap prinsip laïcité atau sekularisme Prancis. Prinsip itu menempatkan pemisahan negara dan agama sebagai bagian penting kehidupan publik.
Pembahasan mengenai kehadiran politikus dalam acara keagamaan memang kerap muncul di Prancis. Namun, berbagai tokoh politik tetap dapat menghadiri kegiatan keagamaan sebagai individu maupun pejabat sesuai konteks acara.
Paus Leo XIV Sampaikan Pesan Kemanusiaan
Dalam kunjungannya ke Prancis, Paus Leo XIV tidak hanya memimpin Misa. Ia juga membawa sejumlah pesan tentang perdamaian, kehidupan bersama, dialog, serta martabat manusia.
Sebelum Misa besar di Paris, Paus mengunjungi Maison Bakhita yang membantu migran dan pengungsi. Dalam kunjungan itu, ia berbicara mengenai kehidupan bersama dalam martabat dan perdamaian.
Paus Leo XIV kemudian menggunakan Misa di Paris untuk mengajak masyarakat mencari makna kehidupan yang lebih dalam. Ia menempatkan iman dan nilai kemanusiaan sebagai bagian penting dalam menghadapi perubahan zaman.
Pesan tersebut memperoleh perhatian besar karena Eropa menghadapi berbagai tantangan. Konflik internasional, perkembangan kecerdasan buatan, persoalan migrasi, serta perubahan sosial ikut memengaruhi kehidupan masyarakat.
Dalam rangkaian kunjungannya, Paus juga menyoroti pentingnya dialog dan perdamaian. Ia mengajak Eropa mempertahankan tradisi kerja sama dan menolak dorongan dominasi yang dapat memicu konflik.
Kunjungan Berlangsung Menjelang Pilpres 2027
Waktu kunjungan Paus Leo XIV membuat masyarakat semakin memperhatikan acara tersebut. Prancis memasuki periode politik penting menjelang Pilpres 2027.
Pemilu akan menentukan pemimpin baru setelah Emmanuel Macron. Karena itu, setiap kemunculan tokoh yang berkaitan dengan pencalonan presiden memperoleh perhatian media dan masyarakat.
Kehadiran Marine Le Pen, Gabriel Attal, Edouard Philippe, Bruno Retailleau, dan tokoh lain dalam Misa tidak otomatis mengubah acara itu menjadi kegiatan politik. Mereka mengikuti kegiatan keagamaan yang menarik ratusan ribu masyarakat.
Namun, momentum menjelang pemilu membuat publik ikut mengamati kehadiran mereka.
Masing-masing figur membawa latar politik dan basis pendukung yang berbeda. Karena itu, pertemuan mereka dalam satu acara keagamaan menunjukkan luasnya daya tarik kunjungan Paus bagi kehidupan publik Prancis.
Paris Jadi Pusat Perhatian Dunia Katolik
Kunjungan Paus Leo XIV ke Prancis berlangsung selama empat hari pada 25 hingga 28 September 2026. Paris menjadi salah satu pusat utama agenda tersebut sebelum Paus melanjutkan perjalanan ke Lourdes dan Metz.
Misa besar di Paris menjadi salah satu momen paling menonjol selama perjalanan itu.
Ratusan ribu umat memenuhi pusat kota. Tokoh pemerintahan, kandidat presiden, keluarga, anak muda, imam, serta masyarakat umum berkumpul dalam agenda yang sama.




