BeritaPeristiwaRefleksi Diri

Kelompok Hindu Radikal Diduga Serang Gereja Katolik di India, Belasan Umat Jadi Korban Kekerasan

renunganhariankatolik.web.id – Sekelompok aktivis nasionalis Hindu diduga menyerang Gereja Katolik St. Louis di Jalalkhali, Distrik Nadia, negara bagian Benggala Barat, India, pada Jumat, 9 Oktober 2026.

Insiden tersebut terjadi ketika sekitar 1.900 umat Kristen dari komunitas adat Santhal mengikuti kegiatan doa tahunan di kompleks gereja.

Menurut keterangan pihak Gereja, sekitar 200 orang mendatangi lokasi dengan membawa batu bata dan tongkat bambu. Mereka menuduh penyelenggara kegiatan melakukan pemaksaan perpindahan agama terhadap masyarakat Hindu.

Ketegangan kemudian meningkat ketika kelompok tersebut berusaha memasuki kawasan gereja.

Sejumlah umat berusaha menutup gerbang untuk melindungi peserta kegiatan. Namun, massa diduga melemparkan batu dan merusak beberapa fasilitas.

Pihak Gereja melaporkan kerusakan pada gerbang serta pelindung kaca sejumlah patung, termasuk patung Yesus Kristus.

Laporan awal juga menyebut adanya korban luka akibat bentrokan. Sejumlah sumber melaporkan sedikitnya enam korban luka, sementara pihak paroki menyebut lebih dari sepuluh orang mengalami pemukulan.

Polisi akhirnya mendatangi lokasi sekitar pukul 19.00 waktu setempat dan mengendalikan situasi.

Peristiwa tersebut memicu kekhawatiran mengenai keselamatan umat Katolik serta kebebasan beragama di India.

Uskup Krishnanagar, Nirmol Vincent Gomes, mengecam kekerasan tersebut dan meminta aparat segera mengambil tindakan hukum.

Kronologi Serangan Gereja Katolik St. Louis di India

Serangan terhadap Gereja St. Louis bermula pada Jumat sore, 9 Oktober 2026.

Saat itu, komunitas Katolik Santhal sedang menjalankan rangkaian pertemuan doa tahunan di Divine Love Retreat Centre.

Pusat kegiatan rohani tersebut berada dalam kompleks Paroki St. Louis, Jalalkhali.

Pastor Jithin Muthukattil menjelaskan bahwa sekitar 200 aktivis mendatangi lokasi pada pukul 18.00.

Menurut keterangannya, sejumlah orang membawa batu bata dan tongkat bambu.

Mereka kemudian berusaha memasuki area kegiatan keagamaan.

Umat yang berada di lokasi mencoba mengamankan gerbang untuk mencegah massa masuk.

Namun, situasi berubah semakin tegang ketika orang-orang mulai melemparkan batu.

Sebagian massa akhirnya berhasil memasuki kompleks gereja dan merusak sejumlah fasilitas.

Kekacauan tersebut membuat peserta kegiatan mengalami ketakutan.

Sejumlah umat juga mengalami kekerasan fisik ketika berusaha menghalangi massa.

Warga kemudian menghubungi pihak berwenang untuk meminta bantuan.

Polisi tiba sekitar satu jam setelah kelompok tersebut mulai mendatangi lokasi.

Kehadiran aparat membantu menghentikan bentrokan dan memulihkan ketertiban.

Kelompok Nasionalis Hindu Muncul dalam Laporan Penyerangan

Pihak Gereja mengaitkan serangan tersebut dengan sejumlah aktivis nasionalis Hindu.

Pastor Jithin Muthukattil menyebut anggota Vishwa Hindu Parishad atau VHP sebagai pihak yang terlibat.

VHP merupakan organisasi nasionalis Hindu yang memiliki jaringan kegiatan di berbagai wilayah India.

Sementara itu, laporan media setempat juga menyebut nama Hindu Jagran Manch dan dugaan keterlibatan pendukung Bajrang Dal.

Namun, pihak berwenang masih perlu memastikan identitas serta tanggung jawab setiap orang yang terlibat.

Perbedaan keterangan menunjukkan pentingnya penyelidikan yang menyeluruh.

Dalam laporan awal, Hindu Jagran Manch membantah tuduhan keterlibatan dalam serangan.

Karena itu, masyarakat perlu membedakan kesaksian korban, tuduhan organisasi, dan hasil penyelidikan resmi.

Tindakan sejumlah kelompok ekstrem juga tidak mencerminkan keyakinan seluruh umat Hindu.

India memiliki masyarakat dengan latar belakang agama dan budaya yang sangat beragam.

Mayoritas masyarakat tetap menjalankan kehidupan berdampingan dengan komunitas agama lainnya.

Peristiwa tersebut menyoroti tindakan kelompok tertentu, bukan keseluruhan pemeluk suatu agama.

Massa Menuduh Gereja Melakukan Pemaksaan Konversi Agama

Tuduhan mengenai perpindahan agama menjadi salah satu pemicu ketegangan.

Sejumlah aktivis nasionalis Hindu menuduh penyelenggara kegiatan melakukan konversi agama terhadap masyarakat setempat.

Mereka mengklaim bahwa kegiatan gereja bertujuan menarik warga Hindu untuk berpindah menjadi Kristen.

Namun, pihak Gereja membantah tuduhan tersebut.

Pastor Dominic Gomes, Kanselir Keuskupan Agung Kalkuta, menegaskan bahwa kegiatan itu berfokus pada doa dan pembaruan iman.

Menurutnya, umat berkumpul untuk memperkuat kehidupan rohani, bukan melakukan pemaksaan agama.

Pihak Gereja juga menyatakan bahwa tuduhan tersebut tidak memiliki bukti yang mendukung.

Perbedaan keterangan ini menjadi salah satu aspek penting dalam penyelidikan polisi.

Aparat perlu memeriksa fakta secara objektif tanpa mengutamakan tekanan dari kelompok tertentu.

Setiap orang memiliki hak menjalankan keyakinan dan beribadah secara damai.

Jika muncul dugaan pelanggaran hukum, pihak berwenang harus menanganinya melalui mekanisme hukum.

Kekerasan terhadap tempat ibadah tidak dapat menjadi pembenaran atas suatu tuduhan.

Massa Rusak Gerbang dan Patung Yesus Kristus

Serangan tersebut tidak hanya menimbulkan ketakutan bagi umat.

Pihak Gereja juga melaporkan kerusakan pada sejumlah fasilitas keagamaan.

Pastor Jithin Muthukattil menyebut massa merusak gerbang sementara yang menjaga akses menuju kompleks.

Selain itu, lemparan batu dan tindakan perusakan menyebabkan kerusakan pada pelindung kaca beberapa patung.

Salah satu benda yang mengalami kerusakan merupakan pelindung patung Yesus Kristus.

Kejadian tersebut memiliki dampak emosional bagi komunitas Katolik setempat.

Patung dan simbol keagamaan memiliki peran penting dalam kehidupan doa umat.

Kerusakan terhadap fasilitas gereja juga mengganggu kegiatan ibadah yang sedang berlangsung.

Namun, pihak berwenang masih perlu menghitung tingkat kerusakan secara menyeluruh.

Penyelidikan dapat membantu memastikan siapa yang melakukan perusakan serta bagaimana rangkaian kejadian berlangsung.

Para pemimpin Gereja berharap polisi dapat mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab.

Mereka juga meminta jaminan keamanan agar umat kembali menjalankan kegiatan keagamaan tanpa ancaman.

Sejumlah Umat Katolik Mengalami Luka Akibat Kekerasan

Bentrokan di kawasan Gereja St. Louis turut menimbulkan korban luka.

Menurut keterangan pastor paroki, lebih dari sepuluh laki-laki dan perempuan mengalami pemukulan ketika berusaha menahan massa.

Sementara itu, laporan media lokal mencatat sedikitnya enam orang mengalami luka dalam peristiwa tersebut.

Perbedaan jumlah korban mencerminkan informasi awal dari pihak yang berbeda.

Hingga 13 Oktober 2026, belum ada rincian medis lengkap yang memastikan seluruh tingkat cedera korban.

Namun, berbagai laporan sepakat bahwa insiden tersebut melibatkan kekerasan fisik.

Korban membutuhkan perlindungan dan kesempatan menyampaikan kesaksian secara aman.

Selain luka fisik, kejadian tersebut juga dapat memengaruhi rasa aman peserta kegiatan.

Banyak umat datang untuk menjalankan doa dan memperkuat kehidupan spiritual.

Namun, mereka justru menghadapi situasi yang membahayakan keselamatan.

Pihak Gereja meminta pemerintah memastikan peristiwa serupa tidak kembali terjadi.

Sekitar 1.900 Umat Santhal Mengikuti Pertemuan Doa

Gereja St. Louis menjadi tempat pertemuan komunitas Katolik Santhal dari berbagai wilayah sekitar.

Santhal merupakan salah satu komunitas adat yang memiliki populasi besar di India bagian timur.

Masyarakat Santhal memiliki tradisi bahasa, budaya, dan kehidupan sosial yang khas.

Sebagian komunitas tersebut memeluk agama Kristen, termasuk Katolik.

Dalam kegiatan tahun ini, sekitar 1.900 peserta berkumpul untuk menjalani pertemuan doa tahunan.

Panitia merencanakan kegiatan selama empat hari, mulai 8 Oktober 2026.

Program tersebut mencakup doa bersama dan pembinaan kehidupan rohani.

Pihak Gereja menyatakan bahwa kegiatan serupa telah berlangsung selama sekitar 12 tahun tanpa mengalami gangguan sebesar ini.

Namun, serangan pada 9 Oktober mengubah suasana pertemuan.

Peserta mulai merasa khawatir terhadap keselamatan mereka.

Akhirnya, penyelenggara memutuskan mengakhiri kegiatan lebih awal demi menghindari risiko tambahan.

Gereja Akhiri Pertemuan Doa Lebih Awal

Serangan terhadap kompleks gereja membuat panitia harus mengubah jadwal kegiatan.

Awalnya, penyelenggara merencanakan pertemuan selama empat hari.

Namun, ancaman keamanan memaksa mereka mempertimbangkan keselamatan seluruh peserta.

Pastor Jithin Muthukattil menjelaskan bahwa panitia mengakhiri kegiatan pada Sabtu, 10 Oktober 2026.

Peserta terlebih dahulu mengikuti perayaan Ekaristi dan sarapan.

Setelah itu, penyelenggara mengarahkan umat untuk kembali ke tempat tinggal masing-masing.

Keputusan tersebut bertujuan menghindari kemungkinan bentrokan lanjutan.

Bagi sebagian peserta, pembatalan agenda menjadi pengalaman yang mengecewakan.

Mereka datang untuk memperdalam iman dan membangun kebersamaan.

Namun, ancaman keamanan menghalangi kelanjutan kegiatan tersebut.

Pihak Gereja berharap umat dapat kembali menjalankan aktivitas rohani secara normal setelah situasi membaik.

Uskup Nirmol Vincent Gomes Kecam Serangan

Uskup Krishnanagar, Nirmol Vincent Gomes, menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap peristiwa tersebut.

Ia menilai kekerasan di Gereja St. Louis sebagai salah satu insiden paling serius yang pernah wilayah keuskupannya alami.

Uskup Gomes mengecam tindakan yang membahayakan umat serta merusak tempat ibadah.

Ia juga meminta pemerintah memberikan perlindungan kepada komunitas Katolik.

Menurut keterangan pihak Gereja, para imam dan suster telah mengajukan laporan polisi sejak 9 Oktober 2026.

Mereka mendesak aparat segera menyelidiki kejadian dan mengambil tindakan terhadap pihak yang bertanggung jawab.

Uskup juga memberikan perhatian terhadap kondisi umat yang mengalami ketakutan.

Rasa aman memiliki peran penting dalam kehidupan komunitas beragama.

Tanpa perlindungan yang memadai, masyarakat dapat menghadapi kesulitan menjalankan kegiatan ibadah.

Karena itu, pemimpin Gereja meminta tindakan nyata dari aparat dan pemerintah setempat.

Polisi India Mulai Menyelidiki Kasus Penyerangan

Kepolisian setempat mengonfirmasi bahwa petugas telah menerima pengaduan mengenai serangan tersebut.

Seorang pejabat senior kepolisian Krishnanagar menyatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung.

Aparat perlu mengumpulkan keterangan saksi serta memeriksa bukti di lokasi.

Pemeriksaan tersebut dapat membantu memastikan kronologi, pelaku, dan tingkat kerusakan.

Menurut perwakilan Komisi Awam Keuskupan Krishnanagar, Samir Lahiri, polisi berhasil mengendalikan situasi setelah tiba.

Namun, ia menyebut aparat belum menangkap pihak yang bertanggung jawab pada tahap awal penanganan.

Hingga 13 Oktober 2026, belum muncul konfirmasi resmi mengenai penangkapan tersangka utama dalam laporan yang tersedia.

Karena itu, proses hukum masih memerlukan perkembangan lebih lanjut.

Komunitas Gereja berharap kepolisian menjalankan penyelidikan secara transparan.

Penanganan yang adil dapat membantu memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap perlindungan hukum.

Kekerasan terhadap Umat Kristen Picu Kekhawatiran di India

Serangan di Benggala Barat muncul di tengah meningkatnya perhatian terhadap keselamatan komunitas Kristen di beberapa wilayah India.

Sejumlah organisasi masyarakat sipil melaporkan gangguan terhadap kegiatan ibadah dan tindakan intimidasi.

Laporan tersebut mencakup dugaan perusakan tempat ibadah, ancaman, dan kekerasan fisik.

Namun, setiap kejadian memiliki latar belakang yang berbeda.

Pihak berwenang perlu memeriksa setiap laporan berdasarkan bukti.

India memiliki keragaman agama yang sangat besar, termasuk Hindu, Muslim, Kristen, Sikh, Buddha, dan Jain.

Keragaman tersebut menjadi bagian penting dari kehidupan sosial negara tersebut.

Namun, ketegangan identitas dapat memunculkan persoalan ketika kelompok tertentu menggunakan kekerasan untuk menyampaikan tuntutan.

Perbedaan keyakinan seharusnya tidak menghilangkan hak masyarakat untuk menjalankan ibadah.

Karena itu, berbagai pemimpin agama terus mendorong dialog dan penghormatan antarkomunitas.

Kebebasan Beragama Menjadi Perhatian Utama

Konstitusi India memberikan perlindungan terhadap kebebasan beragama.

Pasal 25 mengakui kebebasan hati nurani serta hak untuk memeluk, menjalankan, dan menyebarkan agama dengan batasan hukum tertentu.

Namun, sejumlah negara bagian memiliki aturan mengenai perpindahan agama.

Perdebatan mengenai aturan tersebut sering berkaitan dengan tuduhan pemaksaan konversi.

Dalam kasus Gereja St. Louis, kelompok nasionalis Hindu menuduh penyelenggara kegiatan melakukan perpindahan agama.

Pihak Gereja dengan tegas menolak tuduhan itu.

Persoalan tersebut menunjukkan pentingnya proses hukum yang adil.

Pemerintah perlu memastikan bahwa setiap tuduhan memperoleh pemeriksaan yang objektif.

Selain itu, aparat memiliki tanggung jawab melindungi warga dari ancaman dan kekerasan.

Kebebasan beragama tidak hanya menyangkut hak menjalankan ritual.

Hak tersebut juga mencakup rasa aman ketika masyarakat berkumpul di tempat ibadah.

Pemimpin Gereja Dorong Dialog Antaragama

Peristiwa di Jalalkhali menjadi pengingat tentang pentingnya hubungan harmonis antarumat beragama.

Para pemimpin Gereja berharap masyarakat tidak menjadikan perbedaan keyakinan sebagai alasan permusuhan.

Dialog dapat membantu mengurangi kesalahpahaman yang berkembang dalam kehidupan sosial.

Komunitas agama juga dapat bekerja sama melalui pendidikan, pelayanan kesehatan, dan kegiatan kemanusiaan.

Kerja sama tersebut membantu membangun rasa saling percaya.

Namun, dialog membutuhkan kesediaan seluruh pihak untuk menghormati perbedaan.

Ancaman dan kekerasan justru memperburuk hubungan masyarakat.

Karena itu, penyelesaian konflik perlu mengutamakan hukum serta komunikasi yang damai.

Pemerintah memiliki peran penting dalam menjaga ketertiban dan mencegah provokasi.

Sementara itu, pemimpin agama dapat mengajak umat menolak kebencian.

Dengan pendekatan tersebut, masyarakat dapat melindungi keragaman sebagai kekuatan bersama.

Gereja Katolik Harapkan Perlindungan bagi Umat Minoritas

Komunitas Katolik di India memiliki peran dalam berbagai bidang kehidupan.

Gereja menjalankan pelayanan pendidikan, kesehatan, dan kegiatan sosial bagi masyarakat.

Banyak lembaga Katolik memberikan bantuan tanpa membedakan latar belakang agama.

Namun, umat Kristen merupakan kelompok minoritas dalam populasi India.

Kondisi tersebut membuat perlindungan terhadap kebebasan beragama memiliki arti penting.

Serangan terhadap Gereja St. Louis menunjukkan kekhawatiran yang muncul ketika komunitas minoritas menghadapi ancaman.

Para pemimpin Gereja meminta pemerintah memastikan seluruh masyarakat memperoleh perlindungan setara.

Mereka juga berharap aparat menindak pelanggaran hukum berdasarkan bukti.

Selain itu, komunitas Katolik membutuhkan jaminan agar kegiatan doa dapat kembali berlangsung secara aman.

Kepercayaan antarkelompok masyarakat akan lebih mudah tumbuh ketika seluruh pihak memperoleh perlakuan adil.

Kesimpulan

Kelompok aktivis nasionalis Hindu diduga menyerang Gereja Katolik St. Louis di Jalalkhali, Benggala Barat, India, pada 9 Oktober 2026.

Menurut keterangan pihak Gereja, sekitar 200 orang mendatangi lokasi dan berusaha memasuki kompleks ibadah.

Massa diduga melemparkan batu, merusak fasilitas, dan melakukan kekerasan terhadap sejumlah umat.

Insiden tersebut terjadi ketika sekitar 1.900 umat Katolik Santhal mengikuti kegiatan doa tahunan.

Akibat kekerasan dan ancaman keamanan, penyelenggara mengakhiri kegiatan lebih awal pada 10 Oktober.

Uskup Nirmol Vincent Gomes mengecam kejadian tersebut dan meminta perlindungan bagi umat.

Polisi telah menerima pengaduan dan mulai melakukan penyelidikan.

Namun, aparat masih perlu memastikan identitas pelaku serta tanggung jawab masing-masing pihak.

Pihak Gereja juga membantah tuduhan bahwa kegiatan doa tersebut bertujuan memaksa masyarakat berpindah agama.

Serangan terhadap Gereja Katolik di India menjadi pengingat pentingnya menjaga kebebasan beragama, menolak kekerasan, dan membangun perdamaian melalui dialog serta penegakan hukum yang adil.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
royalmpo Royalmpo Royalmpo royalmpo royalmpo royalmpo royalmpo https://malangtoday.id/ https://guyonanbola.com/ renunganhariankatolik.web.id royalmpo dewaslot168 ri188 mpodewa slotking royalmpo/ pisang88/ langkahcurang/ mpohoki/ mpocuan/ mporoyal/ asiaslot/ rajaslot138/ royalmpo royalmpo narutoslot bangslot royalmpo macanasia bosslot
https://going-natural.com/i-became-a-bathing-beauty/ https://going-natural.com/what-is-the-best-way-to-start-locs/ https://boyinks4adventure.com/about-us/
Perubahan Pola Mahjong Wins1 Timing Scatter Mahjong Wins3 Arah Scatter Mahjong Wins2 PGSoft Strategi Simbol Tengah Misteri Grid Naga Merah Ritme Spin Pendek Mahjong Wins Bonus Mahjong Wins 3 Sinkron Analisa Mahjong Wins 2 & Olympus Pergerakan Grid Cepat Rahasia Sinkronisasi Reel Pola Berulang Putaran Awal Kombinasi Mahjong Wins 2 & Olympus Mode Manual Mahjong Wins 2 Indikator Lompatan Simbol Aktivitas Mahjong Wins 2 Meningkat Sinkronisasi Simbol Mahjong Wins3 Petunjuk Warna Simbol Taktik Shift-Gear Mahjong Wins 3 Teknik Delay Spin Pola Berlapis Mahjong Wins & Starlight Auto Off Mahjong Wins 2 Lebih Terbaca Perubahan Scatter Cepat Strategi Pause Spin Perubahan Arah RTP Mahjong Wins 2 Irama Putaran Manual Mahjong Wins 3 RTP Dinamis Mahjong Wins 2 Ritme Stabil Mahjong Wins 2 Integrasi Olympus Mahjong Wins 1 Mode Manual Mahjong Wins 1 Kombinasi Mahjong Wins 1 & Starlight Sinyal Reel Kanan Scatter Beruntun Mahjong Wins3 Grid Tracking Mahjong Wins 3 Pola Simetris Mahjong Wins 1 Pengaruh Sweet Bonanza Sinkronisasi Mahjong Wins 3 Memuncak Variasi Simbol Mahjong Wins1 Teknik Adaptif Spin Penentu Arah Fase Awal Interaksi Mahjong Wins 3 & Starlight Trik Cerdik Mahjong Ways 2 Kombinasi Mahjong Ways 3 dan Starlight Princess Cara Untung di Mahjong Ways 1 Trik Lama Mahjong Ways 2 Teknik Rahasia Mahjong Wins 2 Spin Cepat di Mahjong Ways 2 Kombinasi Mahjong Wins 2 dan Gates of Olympus Mahjong Wins 1 Versi Manual Pola Baru Mahjong Wins 1 RTP Mahjong Wins 3 Cara Membaca Mahjong Ways Trik Scatter Mahjong Wins 2 Mahjong Ways 3 Teknik Delay Spin Teknik Adaptif Mahjong Wins 3 Strategi Mahjong Ways 2 RTP Stabil Cara Main Mahjong Ways 1 Cara Membaca Mahjong Ways 3 RTP Mahjong Wins 3 Hari Ini Teknik Lama Mahjong Wins 3 Mahjong Ways 2 PGSoft Sinyal RTP Pola Mahjong Wins 1 Putaran Awal Kombinasi Mahjong Wins dan Princess Kombinasi Mahjong Ways dan Sweet Bonanza Grid Mahjong Ways 1 RTP Mahjong Wins 2 Jam Tertentu Mahjong Ways 1 Pola Acak Kombinasi Mahjong Ways 3 dan Olympus Mahjong Ways 2 Versi Manual Mahjong Wins 3 RTP Bergerak RTP Mahjong Wins 3 Pola Lama Cara Untung Cepat Mahjong Ways 2 Mahjong Wins 1 Pola Sederhana Mahjong Ways 3 Ritme Cepat Mahjong Ways 2 Mode Manual Cara Membaca Mahjong Ways 1 Mahjong Ways 2 Pola Tidak Stabil Mahjong Wins 2 Teknik Spin Pendek Mahjong Wins 3 Scatter Mulai Terbentuk Teknik Adaptif Mahjong Ways 3 Trik Rahasia Mahjong Ways 2 PGSoft Cara Untung Mahjong Ways 2 Grid Acak Trik Lama Mahjong Ways 1 Kombinasi Mahjong Wins 2 dan Sweet Bonanza Pondasi Permainan Mahjong Wins 1 Mahjong Ways 1 Putaran Awal Kombinasi Mahjong Wins 2 dan Olympus Mahjong Wins 1 Mode Manual Mahjong Wins 3 Perubahan RTP Kombinasi Mahjong Wins 2 dan Starlight Princess Metode Withdraw Bertahap Mahjong Ways 3 Ujung Tombak Mahjong Wins 3 Starlight Princess Saling Sikut Mahjong Ways 1 Modal Receh Rp 8.000.200 Mahjong Wins 1 Multiplier 500x Mahjong Wins 2 Siapa Cepat Dia Dapat Mahjong Ways 2 RTP Live Melesat Mahjong Wins 3 Kondisi Paling Subur Mahjong Ways 2 Penyelamat Mahjong Ways 2 Jam Rawan Scatter Mahjong Wins 1 Pagi Buta Free Spin Mahjong Ways 3 Gates of Olympus Bocor Mahjong Wins 2 Scatter Tanpa Dikomando Mahjong Ways 1 WD Rp 7.210.000 Mahjong Ways 2 Pagi Buta Mahjong Ways 1 Fitur Capes Mahjong Wins 3 Siklus Tersembunyi Mahjong Wins 3 Sweet Bonanza Banjir Mahjong Ways 2 Numpuk Bonus Mahjong Ways 2 Sesi Paling Berkesan Mahjong Wins 1 Kemenangan Tanpa Drama Mahjong Ways 3 Jackpot Dadakan Mahjong Ways 1 FreeSpin Beruntun Mahjong Ways 2 Rp 14.555.000 Mahjong Wins 1 Konsisten Kasih Nafas Mahjong Ways 1 Jam 1 Siang Mahjong Wins 3 BuySpin Pecah Mahjong Ways 2 Gaspol Rp 12.888.500 Mahjong Ways 2 5 Scatter Auto Kaya Mahjong Ways 2 BuySpin Rp 22.150.000 Mahjong Wins 3 Gates of Olympus Rp 20.111.800