Dewan Naga Hentikan Blokade Manipur Setelah Dialog dengan Pemerintah

renunganhariankatolik.web.id – United Naga Council atau UNC menghentikan sementara blokade ekonomi di Manipur, India. Keputusan itu muncul setelah UNC mengikuti pertemuan dengan pemerintah India dan pemerintah negara bagian Manipur.
UNC menghentikan aksi tersebut pada 26 September 2026 pukul 18.00 waktu setempat. Organisasi Naga itu mengambil keputusan setelah mengikuti pertemuan tripartit di Guwahati, Assam.
Pertemuan tersebut membahas situasi keamanan dan sejumlah tuntutan masyarakat Naga. Selain itu, peserta dialog membicarakan langkah untuk membangun perdamaian di Manipur.
Blokade sebelumnya berlangsung selama lebih dari tiga bulan. Aksi tersebut mengganggu lalu lintas di sejumlah jalan utama dan memengaruhi distribusi barang menuju berbagai wilayah Manipur.
Namun, UNC tidak menyatakan penyelesaian permanen atas seluruh tuntutan. Organisasi tersebut memilih menghentikan blokade untuk sementara sambil melanjutkan pembahasan dengan pemerintah.
UNC Hentikan Blokade Setelah Pertemuan Tripartit
Pertemuan tripartit berlangsung di markas BSF di Garbhanga, Assam. Perwakilan UNC bertemu pejabat Kementerian Dalam Negeri India dan pemerintah Manipur.
Dialog tersebut berlangsung selama beberapa jam. Para peserta membahas tuntutan UNC serta kondisi keamanan di wilayah yang memiliki populasi Naga.
Setelah pertemuan, UNC menyatakan akan menghentikan blokade.
Keputusan itu membuka kembali jalur transportasi yang sebelumnya terdampak aksi tersebut. Langkah ini juga memberikan ruang bagi pemerintah untuk melanjutkan pembicaraan dengan kelompok masyarakat Naga.
UNC sebelumnya memulai blokade pada 11 Juni 2026. Pada 9 September, organisasi tersebut meningkatkan tekanan dengan memperluas aksi menjadi blokade tanpa batas waktu terhadap sejumlah jalur.
Karena itu, keputusan pada akhir September menjadi perkembangan penting dalam hubungan antara pemerintah dan kelompok masyarakat Naga.
Blokade Ganggu Distribusi Barang di Manipur
Manipur bergantung pada sejumlah jalur utama untuk mengangkut kebutuhan sehari-hari. Gangguan pada jalan tersebut dapat memengaruhi pasokan makanan, bahan bakar, obat-obatan, dan barang lainnya.
Blokade yang berlangsung selama berbulan-bulan menambah tekanan terhadap aktivitas ekonomi.
Jalan nasional yang melewati kawasan berpenduduk Naga memiliki peran penting dalam menghubungkan berbagai wilayah Manipur. Karena itu, penghentian blokade dapat membantu memperlancar kembali pergerakan kendaraan dan distribusi barang.
Namun, kondisi di lapangan tetap membutuhkan perhatian. Pembukaan jalur tidak otomatis menyelesaikan seluruh persoalan keamanan dan politik yang melatarbelakangi aksi tersebut.
Pemerintah perlu melanjutkan dialog agar penghentian blokade dapat bertahan dalam jangka panjang.
UNC Sampaikan Sejumlah Tuntutan
UNC membawa sejumlah tuntutan dalam dialog dengan pemerintah.
Salah satu tuntutan utama menyangkut perjanjian Suspension of Operations atau SoO dengan kelompok bersenjata Kuki.
UNC juga meminta pemerintah menangani kasus penculikan dan pembunuhan enam warga Naga. Selain itu, organisasi tersebut sebelumnya meminta perubahan pada jajaran pemerintahan Manipur.
UNC juga menyampaikan persoalan keamanan warga Naga sebagai bagian dari agenda dialog.
Pemerintah India dan pemerintah Manipur kemudian menyatakan kesiapan untuk membahas tuntutan tersebut melalui pertemuan lanjutan.
Dengan demikian, penghentian blokade tidak berarti semua tuntutan UNC sudah selesai. Kedua pihak masih perlu menjalankan pembahasan untuk mencari penyelesaian.
Keamanan Naga Masih Menjadi Perhatian
Perkembangan keamanan di Manipur tetap menjadi perhatian setelah UNC menghentikan blokade.
Pada 24 September, empat warga sipil Naga tewas dalam serangan bersenjata di Pilong, distrik Kamjong. Dua hari kemudian, dua warga Naga tewas dalam serangan di Kalenjang, distrik Senapati. Dua orang lain mengalami luka dalam insiden tersebut.
Rangkaian kekerasan itu membuat organisasi masyarakat Naga terus meminta pemerintah memperkuat keamanan.
Naga Women’s Union juga menyoroti sejumlah serangan terhadap warga sipil Naga. Organisasi tersebut meminta pemerintah menangani setiap serangan dan memastikan aparat menjalankan penegakan hukum tanpa memandang kelompok yang terlibat.
Situasi tersebut menunjukkan bahwa penghentian blokade berjalan bersamaan dengan persoalan keamanan yang masih berlangsung.
Pemerintah dan UNC Perlu Lanjutkan Dialog
Pertemuan di Guwahati menjadi salah satu tahapan dalam proses dialog antara pemerintah dan UNC.
Sebelumnya, pemerintah Manipur dan UNC juga mengadakan pembicaraan di Senapati pada Agustus 2026. Pemerintah menyebut pertemuan tersebut sebagai langkah awal untuk membahas sejumlah persoalan yang muncul di wilayah Naga.
Namun, UNC saat itu tetap mempertahankan blokade karena organisasi tersebut menginginkan pembahasan formal mengenai tuntutannya.
Perkembangan September kemudian membuka ruang dialog yang lebih luas.
Pemerintah perlu menjaga komunikasi dengan organisasi masyarakat Naga. UNC juga perlu mempertahankan jalur dialog agar kedua pihak dapat membahas persoalan tanpa menambah gangguan terhadap masyarakat.
Warga Menunggu Kondisi Lebih Stabil
Masyarakat Manipur kini menghadapi situasi yang kompleks. Konflik yang berlangsung sejak 2023 telah memengaruhi keamanan, aktivitas ekonomi, dan kehidupan warga.
Penghentian blokade dapat membantu memperbaiki pergerakan barang dan orang. Namun, masyarakat juga membutuhkan kondisi keamanan yang lebih stabil.
Karena itu, pemerintah perlu memperhatikan dua persoalan sekaligus.
Pertama, pemerintah perlu menjaga kelancaran jalur transportasi. Kedua, pemerintah perlu menangani kekerasan terhadap warga sipil.
Langkah tersebut dapat membantu menciptakan ruang yang lebih kondusif bagi dialog.
Blokade Berakhir Sementara, Persoalan Belum Selesai
UNC mengambil keputusan untuk menghentikan sementara blokade ekonomi setelah pertemuan dengan pemerintah India dan pemerintah Manipur.
Keputusan tersebut mengakhiri gangguan terhadap sejumlah jalur utama setelah aksi berlangsung lebih dari tiga bulan.
Namun, UNC masih memiliki sejumlah tuntutan. Pemerintah juga perlu melanjutkan pembicaraan mengenai keamanan dan persoalan politik yang berkaitan dengan masyarakat Naga.
Pada saat yang sama, sejumlah serangan terhadap warga Naga pada akhir September menunjukkan bahwa situasi keamanan masih membutuhkan perhatian.
Karena itu, perkembangan berikutnya akan bergantung pada dialog lanjutan antara UNC, pemerintah India, dan pemerintah Manipur.




