ED Geledah Lokasi Pendeta di Jaipur, Selidiki Dugaan Penyalahgunaan Dana Asing Rp2,88 Miliar

renunganhariankatolik.web.id – Enforcement Directorate atau ED India menggeledah dua lokasi yang terhubung dengan pendeta Ravi Mohan Pahadiya di Jaipur, Rajasthan. Tim penyidik menjalankan operasi tersebut pada 21 Agustus 2026 untuk menyelidiki dugaan penyalahgunaan dana asing.
ED menyoroti aliran dana dari luar negeri dengan nilai lebih dari Rp2 miliar. Penyelidikan juga mencakup dugaan penerimaan dana tanpa registrasi Foreign Contribution Regulation Act atau FCRA.
Kasus ini menarik perhatian karena penyidik menemukan indikasi penggunaan dana untuk kegiatan keagamaan yang berbeda dari tujuan awal. ED kini menelusuri sumber dana, jalur transaksi, serta penggunaan uang tersebut.
Penyelidikan masih berjalan. Karena itu, dugaan yang muncul dalam pemeriksaan belum otomatis menunjukkan kesalahan hukum dari pihak yang tengah menjalani pemeriksaan.
ED Periksa Dua Lokasi di Jaipur
Tim ED mengunjungi dua lokasi di Jaipur yang berkaitan dengan Ravi Mohan Pahadiya. Salah satu lokasi tersebut terkait kegiatan pendidikan, sedangkan lokasi lain berkaitan dengan kediaman sang pendeta.
Penyidik mencari dokumen dan data digital yang dapat membantu proses pemeriksaan. Tim juga menelusuri catatan keuangan untuk memahami aliran dana dari luar negeri.
Dalam operasi tersebut, ED menemukan sejumlah dokumen dan perangkat digital yang memiliki kaitan dengan penyelidikan.
Selanjutnya, penyidik akan memeriksa data tersebut secara lebih mendalam. Pemeriksaan itu dapat membantu ED menentukan sumber dana dan tujuan penggunaannya.
Dugaan Dana Asing Capai Rp2,88 Miliar
ED menyebut Ravi Mohan Pahadiya dan istrinya, Gunjan Sharma, menerima dana asing dengan nilai sekitar 2,88 crore rupee atau sekitar Rp5,4 miliar jika memakai kurs kasar Rp1.900 per rupee. Namun, laporan ED juga menyebut sekitar 2,20 crore rupee atau sekitar Rp4,2 miliar secara khusus berkaitan dengan dugaan aktivitas penyebaran agama dan konversi.
Nilai tersebut membuat kasus ini mendapat perhatian besar.
Penyidik menduga pasangan tersebut menerima dana dari donor yang berada di Amerika Serikat. ED juga menelusuri transaksi yang masuk melalui beberapa keterangan tujuan.
Menurut penyelidikan awal, sebagian transaksi mencantumkan tujuan seperti konsultasi bisnis dan manajemen, layanan hubungan masyarakat, serta kebutuhan keluarga.
Kini, ED ingin memastikan kesesuaian antara tujuan transaksi dan penggunaan dana.
ED Soroti Aturan FCRA
India memiliki aturan khusus mengenai penerimaan kontribusi dari luar negeri. Pemerintah menggunakan FCRA untuk mengatur penerimaan dan penggunaan dana asing oleh organisasi serta pihak yang memenuhi ketentuan hukum.
Aturan tersebut meminta pihak penerima memenuhi persyaratan tertentu sebelum menerima kontribusi dari luar negeri.
Dalam kasus Pahadiya, ED menduga pihak terkait menerima dana tanpa registrasi FCRA.
Karena itu, penyidik mengaitkan pemeriksaan dengan dugaan pelanggaran aturan penerimaan dana asing.
ED juga ingin mengetahui apakah pihak terkait mencantumkan tujuan transaksi secara akurat.
Penyelidik Telusuri Aktivitas Keagamaan
ED menghubungkan sebagian dana dengan kegiatan keagamaan di sejumlah wilayah Rajasthan.
Penyidik menduga dana tersebut mendukung kegiatan penyebaran agama di kalangan komunitas Dalit Valmiki di Jaipur serta masyarakat suku Bhil di Rajasthan bagian selatan.
Pahadiya sendiri berafiliasi dengan Hope Ministry. ED kini menelusuri kegiatan organisasi dan hubungan pendeta tersebut dengan pihak luar negeri.
Penyidik juga memeriksa sejumlah pertemuan dan kegiatan keagamaan yang berlangsung di beberapa wilayah.
Namun, proses tersebut masih berada dalam tahap penyelidikan. Pihak berwenang perlu menguji setiap bukti sebelum menarik kesimpulan hukum.
Hubungan dengan Donor Amerika Serikat
Penyelidikan ED juga mengarah kepada seorang warga Amerika Serikat bernama Thomas Eugene Lynch.
Menurut keterangan yang muncul dalam pemeriksaan, Pahadiya menjalin hubungan dengan Lynch sejak 2015. Aliran dana kemudian masuk ke rekening yang berkaitan dengan Pahadiya dan istrinya.
ED ingin mengetahui pola transaksi tersebut secara lebih detail.
Penyidik perlu memeriksa kapan dana masuk, berapa jumlahnya, siapa penerima akhirnya, serta bagaimana pihak terkait menggunakan uang tersebut.
Pemeriksaan seperti itu dapat membantu aparat melihat gambaran lengkap mengenai aliran dana internasional.
Penyidik Periksa Tujuan Penggunaan Dana
Salah satu fokus utama ED terletak pada perbedaan antara tujuan transaksi dan penggunaan dana.
Pihak terkait mencatat sejumlah penerimaan dengan tujuan tertentu. Namun, ED menduga sebagian dana kemudian mendukung aktivitas keagamaan.
Karena itu, penyidik perlu membandingkan dokumen transaksi dengan aktivitas penerima.
ED juga dapat memeriksa laporan keuangan, rekening bank, komunikasi digital, dan dokumen organisasi.
Langkah tersebut dapat membantu penyidik memastikan apakah transaksi mengikuti ketentuan hukum India.
Dokumen Digital Jadi Petunjuk Penting
Perangkat digital dapat memberikan informasi penting dalam kasus seperti ini.
Penyidik dapat memeriksa komunikasi, catatan transaksi, dokumen elektronik, serta informasi lain yang berkaitan dengan aliran dana.
Namun, ED tetap perlu mengikuti prosedur hukum dalam memeriksa perangkat tersebut.
Data digital juga dapat membantu penyidik menghubungkan transaksi dengan kegiatan tertentu.
Dengan begitu, proses pemeriksaan tidak hanya mengandalkan keterangan pihak terkait.
Pemerintah India Perketat Pengawasan Dana Asing
Kasus ini muncul ketika pemerintah India terus memperketat pengawasan terhadap dana dari luar negeri.
Pemerintah menilai transparansi dana asing penting untuk menjaga akuntabilitas organisasi.
Pada saat yang sama, sejumlah kelompok masyarakat sipil dan organisasi keagamaan menyampaikan kekhawatiran terhadap kebijakan FCRA yang semakin ketat.
Perdebatan tersebut membuat kasus pemeriksaan terhadap organisasi keagamaan mendapat perhatian lebih besar.
Pemerintah tetap menekankan aspek kepatuhan hukum.
Sementara itu, organisasi masyarakat sipil meminta aparat menjaga proses pemeriksaan agar tetap transparan dan adil.
FCRA Jadi Perhatian Organisasi Keagamaan
Aturan FCRA memiliki dampak besar terhadap organisasi yang menerima dukungan dari luar negeri.
Organisasi harus memahami aturan tersebut sebelum menerima kontribusi internasional.
Mereka juga perlu menjaga laporan keuangan secara tertib.
Kesalahan dalam pencatatan dapat memicu pemeriksaan dari aparat.
Karena itu, organisasi perlu memastikan setiap transaksi memiliki dokumen yang jelas.
Langkah tersebut juga membantu organisasi menunjukkan penggunaan dana secara transparan.
ED Belum Mengungkap Akhir Penyelidikan
Sampai perkembangan terbaru pada akhir Agustus 2026, ED masih memeriksa dokumen dan perangkat digital yang mereka temukan dalam operasi di Jaipur.
Penyidik belum mengumumkan kesimpulan akhir mengenai seluruh aliran dana.
ED juga masih perlu menentukan langkah hukum berikutnya berdasarkan hasil pemeriksaan.
Karena itu, publik perlu melihat kasus ini sebagai proses penyelidikan yang masih berjalan.
Dugaan penyalahgunaan dana belum sama dengan putusan pengadilan.
Kasus Berpotensi Memiliki Dampak Lebih Luas
Penyelidikan terhadap Pahadiya dapat membuka pertanyaan mengenai mekanisme penerimaan dana asing oleh organisasi keagamaan.
Jika penyidik menemukan pelanggaran, aparat dapat menggunakan temuan tersebut untuk memperkuat penegakan aturan FCRA.
Sebaliknya, jika pemeriksaan tidak menemukan pelanggaran, pihak terkait memiliki dasar untuk menjelaskan penggunaan dana kepada publik.
Karena itu, proses pemeriksaan perlu berjalan berdasarkan bukti.
Transparansi Menjadi Kunci
Kasus dana asing selalu membutuhkan transparansi. Masyarakat perlu mengetahui sumber dana dan tujuan penggunaannya.
Organisasi juga perlu mencatat setiap transaksi secara jelas.
Selain itu, donor internasional perlu memahami aturan yang berlaku di India.
Kepatuhan dapat mencegah munculnya persoalan hukum pada masa mendatang.
Pemerintah juga perlu menjaga keseimbangan antara pengawasan dan kebebasan organisasi menjalankan aktivitas yang sah.
Penyelidikan Masih Berjalan
ED kini melanjutkan pemeriksaan terhadap dana yang masuk ke pihak terkait. Penyidik juga menelusuri hubungan Pahadiya dengan donor dari Amerika Serikat.
Dokumen dan perangkat digital menjadi bagian penting dalam proses tersebut.
ED perlu menguji setiap temuan sebelum mengambil keputusan lebih lanjut.
Publik juga perlu menunggu hasil pemeriksaan resmi.
Enforcement Directorate India menggeledah dua lokasi yang terhubung dengan pendeta Ravi Mohan Pahadiya di Jaipur terkait dugaan penerimaan dan penyalahgunaan dana asing tanpa registrasi FCRA. ED menyebut penyelidikan mencakup dana lebih dari 2 crore rupee dan menelusuri dugaan penggunaan dana untuk kegiatan penyebaran agama.
Kasus tersebut masih berjalan. ED kini memeriksa dokumen, data digital, serta aliran transaksi untuk menentukan fakta secara lebih lengkap. Pemeriksaan selanjutnya akan menentukan apakah aparat menemukan pelanggaran hukum atau justru memperoleh penjelasan yang dapat menjawab dugaan tersebut.



