Peru Siapkan Patung Paus Leo XIV Tertinggi di Dunia Jelang Kunjungan

renunganhariankatolik.web.id – Peru menyiapkan penghormatan khusus menjelang kunjungan Paus Leo XIV pada November 2026. Pemerintah Kota Callao mengembangkan patung raksasa yang akan menampilkan sosok pemimpin Gereja Katolik tersebut.
Patung itu akan mencapai tinggi sekitar 14 meter. Ukuran tersebut membuat monumen ini menjadi patung Paus Leo XIV terbesar di dunia menurut rencana pemerintah daerah Callao.
Pembangunan monumen berlangsung di kawasan tepi laut Callao. Lokasi tersebut menghadap Samudra Pasifik dan berada di area Parque del Niño “Gaelito”.
Rencana ini menarik perhatian karena Paus Leo XIV memiliki hubungan kuat dengan Peru. Sebelum menjadi paus, Robert Francis Prevost menjalankan pelayanan pastoral selama bertahun-tahun di negara tersebut.
Kini, Peru bersiap menyambut kedatangan sang paus dengan sebuah monumen berukuran besar.
Patung Paus Leo XIV Capai 14 Meter
Patung Paus Leo XIV akan memiliki struktur utama setinggi 12 meter. Tim kemudian menempatkan struktur tersebut di atas pedestal beton setinggi 2 meter.
Dengan komposisi tersebut, tinggi keseluruhan monumen mencapai 14 meter.
Desain patung menampilkan Paus Leo XIV dengan kedua tangan terbuka. Posisi tersebut menggambarkan sikap menyambut dan memberikan berkat kepada masyarakat.
Tim juga menyiapkan tampilan akhir menyerupai marmer. Namun, para pembuat menggunakan material yang lebih ringan untuk membentuk bagian utama patung.
Struktur logam menjadi bagian penting dari rancangan tersebut. Posisi patung yang menghadap laut membuat tim harus memperhitungkan kondisi angin.
Karena itu, rancangan struktur mampu menghadapi hembusan angin hingga 120 kilometer per jam.
Callao Pilih Lokasi Dekat Laut
Pemerintah Kota Callao memilih Parque del Niño “Gaelito” sebagai lokasi monumen.
Area tersebut berada dekat pintu masuk menuju kawasan Costa Verde dan mengarah ke Chucuito. Lokasi strategis itu membuat masyarakat dapat melihat patung dari berbagai arah.
Selain itu, posisi dekat laut memberikan karakter khusus bagi monumen.
Callao juga ingin mengembangkan kawasan tersebut sebagai ruang publik bagi masyarakat. Patung Paus Leo XIV akan menjadi salah satu elemen utama di dalam area tersebut.
Dengan begitu, proyek ini tidak hanya menghadirkan monumen keagamaan. Pemerintah daerah juga ingin membangun ruang yang dapat masyarakat gunakan untuk berkumpul dan menjalankan berbagai kegiatan.
Mengapa Callao Membuat Patung Paus?
Proyek tersebut memiliki hubungan langsung dengan perjalanan pastoral Paus Leo XIV di Peru.
Robert Prevost pernah menjalankan tugas sebagai administrator apostolik Keuskupan Callao. Ia menjalankan tugas tersebut ketika pandemi Covid-19 melanda berbagai wilayah.
Pada masa itu, Prevost mendampingi masyarakat melalui kegiatan keagamaan dan berbagai bentuk dukungan sosial.
Pengalaman tersebut meninggalkan hubungan kuat antara Prevost dan masyarakat Callao.
Karena itu, pemerintah kota ingin mengabadikan hubungan tersebut melalui sebuah monumen.
Patung ini juga menjadi bentuk penghormatan terhadap perjalanan pelayanan Leo XIV sebelum ia memimpin Gereja Katolik dunia.
Peru Siapkan Sambutan untuk November
Paus Leo XIV akan mengunjungi Peru pada 11 hingga 16 November 2026.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari perjalanan pastoralnya di Amerika Selatan. Selain Peru, agenda kunjungan juga mencakup Uruguay dan Argentina.
Kedatangan Paus Leo XIV tentu menarik perhatian besar di Peru. Negara tersebut memiliki hubungan khusus dengan sang paus karena Robert Prevost pernah menjadi bagian penting dalam kehidupan Gereja Katolik setempat.
Karena itu, berbagai daerah mulai menyiapkan agenda penyambutan.
Callao pun ingin memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkuat hubungan antara masyarakat dan Gereja.
Patung Siap Sebelum Kedatangan Paus
Pemerintah Kota Callao menargetkan pembangunan selesai pada awal November.
Tim menargetkan penyelesaian sekitar 2 atau 3 November. Dengan jadwal tersebut, patung sudah berdiri beberapa hari sebelum Paus Leo XIV tiba di Peru pada 11 November.
Target tersebut memberi waktu bagi pemerintah daerah untuk menyiapkan kawasan sekitar monumen.
Selain itu, masyarakat memiliki kesempatan melihat langsung patung tersebut sebelum rangkaian kunjungan Paus dimulai.
Pemerintah juga berharap Paus Leo XIV dapat melihat langsung monumen tersebut ketika mengunjungi Peru.
Seniman Peru Garap Monumen
Dua seniman Peru mengerjakan proyek patung tersebut.
Deyvi Wong Arana dan Rafael Gutiérrez Quispe mendapat tanggung jawab untuk mengembangkan karya monumental ini.
Wong memiliki pengalaman sebagai pematung di Empresa Municipal Inmobiliaria de Lima atau Emilima. Ia juga aktif dalam kegiatan seni patung di Lima.
Sementara itu, Gutiérrez memiliki pengalaman panjang sebagai pematung dan pengrajin.
Ia menempuh pendidikan di Escuela Nacional Superior Autónoma de Bellas Artes del Perú. Pengalamannya dalam desain dan seni visual turut mendukung pengerjaan monumen tersebut.
Keduanya kini mengerjakan patung dengan skala jauh lebih besar daripada karya patung biasa.
Donasi Dukung Pembangunan Patung
Proyek ini mendapat dukungan melalui donasi dari Caja Huancayo.
Dewan Kota Callao kemudian menyetujui inisiatif tersebut. Dengan dukungan itu, pemerintah daerah dapat menjalankan proyek tanpa membebankan seluruh biaya kepada anggaran kota.
Selain patung, pemerintah juga menyiapkan pengembangan kawasan Parque del Niño “Gaelito”.
Area tersebut akan menyediakan ruang untuk kegiatan olahraga, rekreasi, sosial, dan aktivitas keluarga.
Dengan demikian, pemerintah ingin menggabungkan unsur keagamaan dengan ruang publik.
Patung Jadi Simbol Hubungan Leo XIV dan Callao
Pemerintah Callao melihat monumen tersebut sebagai simbol hubungan antara Paus Leo XIV dan masyarakat setempat.
Patung itu juga membawa pesan tentang iman, harapan, dan persatuan.
Bagi masyarakat Katolik, sosok Paus Leo XIV memiliki hubungan khusus dengan Peru. Ia pernah menjalankan pelayanan di negara tersebut sebelum menerima tanggung jawab sebagai pemimpin Gereja Katolik.
Kehadiran monumen dapat memperkuat ingatan masyarakat terhadap masa pelayanan tersebut.
Selain itu, ukuran patung membuat proyek ini memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Bukan Patung Pertama Paus Leo XIV di Peru
Callao bukan satu-satunya wilayah Peru yang membuat patung Paus Leo XIV.
Chiclayo sebelumnya sudah memiliki patung besar yang menggambarkan sang paus. Kota tersebut memiliki hubungan erat dengan Robert Prevost karena ia pernah menjabat sebagai uskup di wilayah tersebut.
Namun, ukuran patung baru di Callao jauh lebih besar.
Patung Chiclayo memiliki tinggi 7 meter. Sementara itu, monumen Callao mencapai 14 meter.
Perbedaan ukuran tersebut membuat proyek Callao mendapat perhatian lebih luas.
Dengan tinggi dua kali lipat, patung baru ini akan menjadi salah satu monumen Paus Leo XIV yang paling mencolok.
Perjalanan Robert Prevost di Peru
Hubungan Leo XIV dengan Peru bermula jauh sebelum ia menjadi paus.
Robert Prevost menghabiskan waktu bertahun-tahun dalam pelayanan Gereja di negara tersebut. Ia kemudian memperoleh kewarganegaraan Peru.
Pengalaman itu membuat hubungan sang paus dengan masyarakat Peru semakin kuat.
Karena itu, kunjungan November nanti memiliki makna khusus.
Masyarakat tidak hanya menyambut pemimpin Gereja Katolik. Mereka juga menyambut sosok yang pernah hidup dan bekerja bersama komunitas setempat.
Patung di Callao menjadi salah satu simbol dari perjalanan panjang tersebut.
Menanti Kunjungan Paus Leo XIV
Peru kini memasuki tahap persiapan menuju kunjungan Paus Leo XIV.
Pembangunan patung menjadi salah satu bagian dari persiapan tersebut. Pemerintah daerah juga menyiapkan kawasan sekitar agar masyarakat dapat memanfaatkannya.
Sementara itu, umat Katolik menantikan agenda kunjungan sang paus.
Kunjungan pada November nanti juga akan memperkuat hubungan Leo XIV dengan negara yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya.
Patung Raksasa Jadi Sambutan untuk Paus
Peru menyiapkan patung Paus Leo XIV setinggi 14 meter di Callao. Monumen tersebut akan berdiri di dekat kawasan Costa Verde dan menghadap Samudra Pasifik.
Pemerintah menargetkan pembangunan selesai beberapa hari sebelum kedatangan Paus Leo XIV.
Selain menjadi penghormatan, patung itu juga dapat menjadi ikon baru Callao. Pemerintah ingin menggabungkannya dengan ruang publik yang ramah bagi keluarga.
Pada akhirnya, proyek tersebut membawa pesan yang lebih luas. Callao ingin mengenang perjalanan pelayanan Robert Prevost sekaligus menyambut Paus Leo XIV saat ia kembali mengunjungi Peru.
Dengan ukuran 14 meter, monumen itu juga berpotensi menjadi salah satu simbol paling menonjol dalam rangkaian kunjungan Paus Leo XIV ke Amerika Selatan.




