
renunganhariankatolik.web.id – Tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya tewas setelah kelompok bersenjata menyerang rombongan mereka di Papua Pegunungan.
Peristiwa itu terjadi pada Rabu, 9 September 2026. Rombongan pegawai menjalankan tugas menuju wilayah Kampung Kimbim untuk menyalurkan bantuan bibit ternak kepada masyarakat.
Kelompok bersenjata kemudian menghadang perjalanan mereka. Serangan itu menewaskan tiga orang dan membuat delapan pegawai lain harus menjalani pemeriksaan untuk membantu penyelidikan.
Ketiga korban terdiri dari dua perempuan dan satu laki-laki. Mereka bekerja di lingkungan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya.
Korban tersebut yaitu Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Jayawijaya Aprida Rapi, dokter hewan Alfonsius Albinus Mehan, dan pegawai Dinas Pertanian Willy Mbuik.
Serangan Terjadi Saat Rombongan Menjalankan Tugas
Rombongan pegawai Dinas Pertanian menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat ketika kelompok bersenjata menyerang mereka.
Mereka menuju Kampung Kimbim untuk membawa bantuan bibit ternak. Program tersebut bertujuan membantu masyarakat mengembangkan sektor peternakan di wilayah Jayawijaya.
Namun, perjalanan dinas itu berubah menjadi tragedi.
Kelompok bersenjata menyerang rombongan ketika mereka berada dalam perjalanan. Tiga pegawai kemudian kehilangan nyawa dalam kejadian tersebut.
Delapan pegawai lain berhasil menyelamatkan diri. Mereka kemudian memberikan keterangan kepada penyidik Polres Jayawijaya.
Aparat juga langsung melakukan pengejaran terhadap kelompok yang melakukan serangan. Polisi dan aparat keamanan meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah gangguan lanjutan.
Willy Mbuik Jadi Salah Satu Korban
Nama Willy Mbuik menjadi perhatian karena ia baru memulai karier sebagai CPNS di Dinas Pertanian Jayawijaya.
Willy berusia sekitar 25 tahun. Ia berasal dari Nusa Tenggara Timur dan memilih mengabdi di Papua Pegunungan.
Willy menjalankan tugas bersama pegawai Dinas Pertanian lainnya ketika kelompok bersenjata menyerang rombongan tersebut.
Kabar kematiannya kemudian membuat keluarga dan rekan kerja berduka. Sejumlah unggahan keluarga dan kerabat juga memperlihatkan penghormatan terakhir kepada Willy.
Keluarga mengenang Willy sebagai sosok yang ingin membangun masa depan melalui pekerjaan sebagai aparatur negara.
Ia juga sempat membagikan kebahagiaannya setelah mendapatkan status CPNS. Rekaman percakapan bersama keluarga kemudian menjadi salah satu kenangan yang keluarga simpan.
Dua Korban Lain Juga Gugur
Selain Willy, serangan tersebut merenggut nyawa Aprida Rapi dan Alfonsius Albinus Mehan.
Aprida menjalankan tugas sebagai Kepala Bidang Peternakan pada Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. Posisi tersebut membuatnya sering terlibat dalam program pengembangan peternakan masyarakat.
Sementara itu, Alfonsius bekerja sebagai dokter hewan. Ia turut menjalankan tugas lapangan bersama rombongan.
Ketiganya memiliki tanggung jawab untuk membantu masyarakat melalui pekerjaan masing-masing. Mereka menjalankan tugas ketika serangan terjadi.
Tragedi tersebut kemudian menimbulkan duka bagi keluarga dan lingkungan kerja ketiga korban.
Aparat Periksa Delapan Pegawai
Setelah serangan, aparat membawa delapan pegawai yang selamat untuk menjalani pemeriksaan.
Penyidik meminta keterangan mereka untuk mengetahui kronologi lengkap kejadian. Kesaksian para pegawai dapat membantu aparat memahami posisi rombongan saat kelompok bersenjata melakukan serangan.
Polisi juga mengumpulkan informasi dari lokasi kejadian. Aparat terus mencari petunjuk yang dapat membantu mengidentifikasi pelaku.
Selain itu, aparat meningkatkan pengamanan di sejumlah titik yang memiliki potensi gangguan.
Langkah tersebut penting karena kelompok bersenjata masih menjadi ancaman keamanan di sejumlah wilayah Papua Pegunungan.
Polisi Memburu Kelompok Penyerang
Aparat keamanan langsung mengejar kelompok bersenjata setelah penembakan terjadi.
Polisi bersama unsur keamanan lainnya juga mengantisipasi serangan lanjutan. Mereka perlu memastikan masyarakat dan pegawai pemerintah tetap bisa menjalankan aktivitas tanpa menghadapi ancaman.
Penyelidikan terus berjalan untuk mengetahui kelompok yang melakukan serangan.
Aparat juga perlu mengungkap motif di balik penembakan. Informasi dari saksi, kondisi lokasi, dan bukti lain akan membantu penyidik menyusun kronologi.
Karena itu, masyarakat diminta menunggu hasil penyelidikan resmi.
Tragedi Kembali Menyoroti Keamanan Papua
Penembakan tiga pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya kembali memperlihatkan tantangan keamanan di Papua Pegunungan.
Pegawai pemerintah sering menjalankan tugas langsung ke tengah masyarakat. Mereka membawa program pelayanan, bantuan, dan pembangunan ke wilayah yang memiliki akses sulit.
Kondisi keamanan menjadi faktor penting dalam menjalankan tugas tersebut.
Ketika kelompok bersenjata menyerang rombongan pegawai, masyarakat juga ikut merasakan dampaknya. Program pelayanan dapat terganggu dan aktivitas warga menghadapi risiko lebih besar.
Karena itu, aparat perlu meningkatkan pengamanan bagi pegawai yang menjalankan tugas lapangan.
Pemerintah juga perlu memastikan setiap program pembangunan berjalan dengan memperhatikan keselamatan petugas dan masyarakat.
Keluarga Menanti Kepulangan Para Korban
Keluarga ketiga korban kini menghadapi masa duka setelah kehilangan anggota keluarga mereka.
Pihak keluarga Willy Mbuik juga menunggu kepulangan jenazah untuk menjalankan prosesi pemakaman di daerah asalnya.
Sejumlah kerabat menyampaikan penghormatan terakhir melalui berbagai unggahan di media sosial. Mereka mengenang Willy sebagai anak muda yang memilih mengabdi melalui pekerjaannya di Papua.
Duka juga menyelimuti keluarga Aprida Rapi dan Alfonsius Albinus Mehan.
Mereka kehilangan orang yang menjalankan tugas untuk membantu masyarakat. Ketiga korban pergi ketika menjalankan tanggung jawab sebagai pegawai pemerintah.
Pemerintah Perlu Jamin Keamanan ASN
Tragedi Jayawijaya menjadi pengingat penting bagi pemerintah untuk memperkuat perlindungan terhadap ASN yang bekerja di wilayah rawan.
Pegawai membutuhkan jaminan keamanan ketika menjalankan tugas lapangan. Mereka juga membutuhkan koordinasi yang kuat dengan aparat keamanan ketika memasuki wilayah yang memiliki risiko tinggi.
Di sisi lain, pemerintah perlu menjaga agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.
Penyaluran bantuan dan program pertanian memiliki peran penting bagi warga Jayawijaya. Karena itu, pemerintah perlu mencari cara agar kegiatan tersebut tetap berlangsung tanpa mengabaikan keselamatan petugas.
Penyelidikan Masih Berjalan
Aparat masih mendalami kasus penembakan tiga pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya.
Polisi memeriksa para pegawai yang selamat dan mengumpulkan informasi dari lokasi kejadian. Aparat juga mengejar kelompok bersenjata yang mereka duga melakukan serangan.
Sementara itu, keluarga terus menunggu proses pemulangan jenazah dan pemakaman para korban.
Tragedi ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan kerja, dan masyarakat. Ketiga pegawai tersebut menjalankan tugas untuk membantu warga ketika kelompok bersenjata menyerang rombongan mereka.
Kini, publik menunggu langkah aparat untuk mengungkap pelaku dan memastikan proses hukum berjalan. Pemerintah juga perlu memperkuat keamanan agar tragedi serupa tidak kembali menimpa pegawai yang menjalankan tugas di Papua Pegunungan.




